Tantangan utama dalam budidaya tanaman di lingkungan urban adalah keterbatasan ruang dan serangan hama yang seringkali lebih intens akibat sirkulasi udara yang terbatas. Melalui agenda Riset Hama, tim ahli dan komunitas petani perkotaan bekerja sama untuk menemukan pola perlindungan tanaman yang paling efektif tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Penelitian ini difokuskan pada pengamatan perilaku serangga pengganggu dan bagaimana mereka berinteraksi dengan tanaman di lingkungan yang padat penduduk. Di tahun 2026, temuan dari riset ini menjadi panduan penting bagi warga kota yang ingin memulai berkebun di rumah agar hasil panen mereka tetap maksimal meskipun berada dalam kondisi lingkungan yang menantang.
Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi harian terhadap berbagai jenis komoditas sayuran dan buah yang umum ditanam di balkon atau atap rumah (rooftop). Peneliti mencatat jenis hama yang paling sering muncul, waktu serangannya, serta efektivitas predator alami dalam mengendalikan populasi pengganggu tersebut. Hasil dari pengamatan ini kemudian dipublikasikan melalui kanal informasi komunitas agar bisa dipraktikkan langsung oleh masyarakat luas. Pengetahuan mengenai siklus hidup hama membantu warga dalam melakukan tindakan preventif sebelum serangan meluas, sehingga penggunaan pestisida dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan sama sekali demi keamanan konsumsi keluarga.
Inovasi teknologi yang dikembangkan oleh tim CerdasTani juga melibatkan penggunaan sensor pintar untuk mendeteksi keberadaan hama melalui suara atau pola kerusakan daun secara dini. Perangkat ini memberikan notifikasi ke smartphone pemilik kebun sehingga penanganan bisa dilakukan secara tepat sasaran pada area yang terdampak saja. Pendekatan presisi ini sangat membantu bagi masyarakat urban yang memiliki waktu terbatas untuk melakukan pengecekan manual setiap hari terhadap tanaman mereka. Digitalisasi dalam pemantauan kesehatan tanaman membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan lagi penghalang untuk bisa sukses berkebun di tengah hiruk pikuk kota besar yang padat dan panas.
Selain pengendalian gangguan, keberhasilan berkebun di ruang terbatas sangat ditentukan oleh pemilihan varietas tanaman yang tepat dan adaptif. Oleh karena itu, dilakukan serangkaian Uji Coba terhadap berbagai benih komoditas unggulan untuk melihat daya tahannya terhadap stres lingkungan perkotaan. Parameter yang dinilai mencakup kecepatan pertumbuhan, produktivitas per meter persegi, hingga rasa dan kandungan nutrisi dari hasil panen yang dihasilkan. Pengujian dilakukan di berbagai lokasi dengan kondisi pencahayaan yang berbeda-beda untuk mendapatkan data yang paling akurat mengenai performa benih tersebut di berbagai situasi hunian warga kota yang sangat beragam.