Inovasi yang dikenal dengan nama Pest Intelligence ini bekerja dengan cara memproses ribuan data visual tanaman sehat dan tanaman yang terinfeksi. Teknologi ini memberikan sebuah cara cerdas tani dalam memantau lahan mereka tanpa harus selalu bergantung pada pengamatan manual yang subjektif. Petani cukup membuka aplikasi di gawai mereka, mengarahkan kamera ke bagian tanaman yang menunjukkan gejala aneh, dan sistem akan bekerja secara otomatis untuk menganalisis pola kerusakan yang ada. Pendekatan ini meminimalisir kesalahan diagnosa yang sering kali berujung pada penggunaan pestisida yang salah sasaran atau dosis yang tidak tepat.
Kemampuan sistem dalam melakukan identifikasi hama didasarkan pada teknologi deep learning yang mampu mengenali detail terkecil pada permukaan tanaman. Misalnya, pola lubang pada daun, perubahan warna tulang daun, hingga keberadaan larva yang hampir tidak kasat mata dapat dikenali oleh sistem dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Setelah jenis hama terdeteksi, aplikasi tidak hanya memberikan nama penyakitnya saja, tetapi juga memberikan rekomendasi solusi penanganan yang ramah lingkungan. Hal ini mendidik petani untuk lebih bijak dalam menggunakan bahan kimia dan beralih ke metode pengendalian hayati yang lebih berkelanjutan.
Penggunaan metode pemindaian lewat foto daun ini sangat efektif dilakukan secara rutin sebagai bagian dari sistem peringatan dini di lahan pertanian. Semakin cepat gejala terdeteksi, semakin besar peluang tanaman untuk diselamatkan. Selain itu, data yang dikumpulkan dari foto-foto tersebut dapat dipetakan secara digital untuk melihat tren persebaran hama di suatu wilayah. Informasi ini sangat berharga bagi dinas pertanian atau koperasi tani untuk mengambil langkah preventif secara kolektif, seperti melakukan karantina pada lahan tertentu atau menyebarkan predator alami sebelum serangan meluas ke lahan milik petani lainnya.
Bagi petani modern, penggunaan AI dalam pengelolaan lahan merupakan bentuk efisiensi biaya dan waktu yang sangat signifikan. Mereka tidak perlu lagi membuang waktu berminggu-minggu untuk menunggu hasil laboratorium atau kunjungan penyuluh lapangan. Keputusan untuk menyemprot atau memberikan nutrisi tambahan dapat diambil pada hari yang sama. Digitalisasi ini juga membantu dalam pencatatan riwayat kesehatan lahan secara otomatis, yang nantinya dapat digunakan untuk meningkatkan profil usaha tani mereka saat berhadapan dengan lembaga keuangan atau calon pembeli besar yang menuntut transparansi dalam proses produksi.