Era pertanian tradisional yang mengandalkan insting dan perkiraan cuaca semata kini mulai bergeser ke arah yang lebih saintifik. Cerdas Tani, sebuah perusahaan rintisan di bidang teknologi pertanian, baru-baru ini mengumumkan kolaborasi strategis dengan perusahaan teknologi global, Microsoft. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem data driven farming yang memanfaatkan infrastruktur awan tingkat lanjut untuk mengelola cloud data tanah. Inisiatif ini dirancang untuk memberikan kepastian bagi petani melalui analisis data yang presisi, sehingga setiap keputusan di lahan diambil berdasarkan fakta numerik, bukan sekadar intuisi.
Pemanfaatan big data dalam dunia agrikultur menjadi sangat krusial di tengah anomali cuaca yang kian ekstrem. Melalui integrasi sensor IoT (Internet of Things) yang tersebar di lahan pertanian, Cerdas Tani mengumpulkan berbagai parameter penting seperti tingkat pH tanah, kelembapan, kandungan unsur hara (N, P, K), hingga suhu lingkungan. Data mentah tersebut kemudian dikirim ke platform Microsoft Azure untuk diproses menggunakan kecerdasan buatan. Hasilnya adalah sebuah rekomendasi akurat bagi petani mengenai kapan waktu terbaik untuk memupuk, berapa liter air yang dibutuhkan, hingga prediksi waktu panen yang paling optimal.
Konsep Cerdas Tani dalam mendorong pertanian berbasis data ini memberikan solusi atas masalah inefisiensi yang selama ini menghantui sektor agraris. Banyak petani sering kali memberikan pupuk secara berlebihan atau justru kurang, yang berakibat pada kerusakan struktur tanah atau hasil panen yang kerdil. Dengan akses ke data tanah yang tersimpan di cloud, petani dapat melihat profil lengkap lahan mereka melalui aplikasi ponsel pintar. Keterbukaan informasi ini menjadi pondasi bagi produktivitas yang jauh lebih stabil dan terukur, bahkan bagi lahan yang memiliki karakteristik tanah yang sulit sekalipun.
Kerja sama dengan Microsoft juga mencakup perlindungan keamanan data yang sangat kuat. Data tanah dari ribuan hektar lahan petani merupakan aset strategis nasional yang harus dilindungi. Dengan infrastruktur cloud yang andal, informasi tersebut tidak hanya aman, tetapi juga dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Lebih jauh lagi, data ini dapat digunakan oleh lembaga keuangan atau penyedia asuransi pertanian untuk menilai profil risiko suatu lahan secara objektif, sehingga memudahkan petani dalam mendapatkan akses permodalan yang selama ini sulit ditembus.