Urban farming atau pertanian perkotaan telah berevolusi menjadi sebuah gerakan gaya hidup mandiri pangan yang sangat populer. Salah satu inovasi yang paling revolusioner dalam beberapa tahun terakhir adalah sistem budidaya ikan dalam ember, atau yang akrab disapa dengan istilah Budikdamber. Inovasi ini muncul sebagai jawaban atas keterbatasan ruang di area perkotaan, di mana lahan tanah yang luas menjadi barang mewah yang sulit ditemukan. Dengan modal yang sangat minim, siapapun kini bisa memanen protein hewani sekaligus sayuran segar hanya dari sudut teras atau balkon rumah mereka.
Konsep utama dari sistem ini adalah akuaponik sederhana yang menggabungkan pemeliharaan ikan dengan penanaman sayuran dalam satu wadah yang sama. Ember berukuran 80 liter atau lebih digunakan sebagai kolam mini bagi ikan, sementara di bagian atasnya diletakkan gelas-gelas plastik berisi tanaman sayur seperti kangkung atau sawi. Keunggulan utama dari metode ini adalah efisiensi penggunaan air dan nutrisi. Kotoran ikan yang terlarut dalam air ember mengandung amonia yang tinggi, yang melalui proses alami akan diubah menjadi nutrisi bagi tanaman. Sebaliknya, akar tanaman akan membantu menyaring air sehingga tetap bersih bagi kehidupan ikan.
Memulai proyek ini memerlukan persiapan yang matang agar ekosistem mini di dalam Budidaya Ikan tersebut dapat berjalan seimbang. Pilihlah jenis ikan yang memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi oksigen rendah, seperti ikan lele, patin, atau betok. Ikan lele sering menjadi pilihan utama bagi pemula karena pertumbuhannya yang sangat cepat dan ketahanannya yang luar biasa. Masukkan sekitar 50 hingga 80 ekor bibit ikan ke dalam satu ember, namun pastikan untuk melakukan proses aklimatisasi terlebih dahulu agar ikan tidak mengalami stres akibat perbedaan suhu air yang mendadak.
Untuk bagian sayurannya, kangkung adalah mitra terbaik dalam sistem Budikdamber. Tanaman ini sangat rakus nutrisi dan memiliki pertumbuhan akar yang cepat, sehingga efektif dalam membersihkan limbah organik dari sisa pakan ikan. Letakkan bibit kangkung di dalam gelas plastik yang sudah dilubangi bagian bawahnya dan diberi media tanam berupa arang sekam atau kapas. Dengan penempatan yang terpapar sinar matahari cukup, Anda akan melihat perkembangan yang luar biasa hanya dalam waktu beberapa minggu saja.